KOMPAS I NEWS - 23 JULI 2026

PRABUMULIH – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tata kelola pemupukan yang tepat, efektif, dan berkelanjutan terus mendapat perhatian. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Sosialisasi Pemupukan Berimbang yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Indonesia, Kamis (23/7/2026), bertempat di Aula Kantor Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh antusiasme tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus dialog konstruktif antara masyarakat, pemerintah kelurahan, jajaran Dinas Pertanian Kota Prabumulih, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), PT Pupuk Indonesia, serta kalangan akademisi yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

IMG-20260723-WA0057.jpg

Lebih dari sekadar agenda sosialisasi, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari proses transfer pengetahuan dan penguatan literasi pertanian masyarakat, khususnya dalam memahami prinsip pemupukan berimbang sebagai salah satu instrumen strategis untuk menjaga produktivitas tanah, meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, serta mendukung keberlanjutan sektor pertanian.

Acara diawali oleh Nita Eryani, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Erwin Firmanza, ST., M.Si.

Dalam sambutannya, Lurah Muara Dua, Adi Setiawan, SE., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak PT Pupuk Indonesia yang telah berkenan hadir dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh dan menyerap pengetahuan yang disampaikan sehingga ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan pihak PT Pupuk Indonesia yang telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik serta menyerap ilmu dan informasi yang disampaikan, sehingga nantinya dapat memberikan manfaat dalam kehidupan dan aktivitas pertanian masyarakat," ujar Adi Setiawan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Kota Prabumulih, Taufiqurrahman, SP., M.Si., turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kontribusi PT Pupuk Indonesia dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi semacam ini memiliki nilai strategis karena pengetahuan mengenai penggunaan pupuk yang tepat merupakan bagian dari upaya membangun pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari petugas PT Pupuk Indonesia yang telah memberikan ilmu dan sosialisasi kepada masyarakat. Semoga pengetahuan yang disampaikan dapat menambah wawasan serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan pemaparan dari jajaran Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Prabumulih Timur, yakni Eka Meti Sulisti, SP., dan Ir. Zainul Kurniadi.

Sementara materi utama mengenai pemupukan berimbang disampaikan oleh pemateri dari PT Pupuk Indonesia, yakni Gianto, SP., dan Mufti Saifinnuha, SP.

IMG-20260723-WA0060.jpg

Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya penerapan prinsip pemupukan secara berimbang dan sesuai kebutuhan tanaman. Konsep tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan pupuk, tetapi juga menyangkut aspek efisiensi, ketepatan dosis, kesesuaian dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan, serta upaya menjaga kualitas tanah dalam jangka panjang.

Dengan pendekatan tersebut, pemupukan berimbang diharapkan dapat menjadi bagian dari paradigma pertanian yang lebih rasional dan berbasis pengetahuan, sehingga petani dan masyarakat tidak sekadar menggunakan pupuk berdasarkan kebiasaan, melainkan memahami prinsip dasar kebutuhan unsur hara tanaman.

Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang paling hidup dalam kegiatan tersebut.

Dipimpin oleh Neni Agustina, SP., diskusi berlangsung interaktif dan dipenuhi berbagai pertanyaan dari peserta. Sejumlah pertanyaan berkaitan dengan fungsi dan manfaat pupuk disampaikan oleh Ketua RW 04 Kelurahan Muara Dua serta peserta lainnya.

Menariknya, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang turut berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi. Salah satunya adalah Muhammad Shabir Al Fikri, yang turut mengajukan pertanyaan dan berdialog dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran mahasiswa KKN menjadi warna tersendiri dalam kegiatan sosialisasi ini. Sebanyak 28 mahasiswa dan mahasiswi yang sedang menjalankan kegiatan KKN di Kelurahan Muara Dua turut hadir dan berinteraksi bersama masyarakat.

Ruang dialog tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan pertanian dan ketahanan pangan bukanlah tanggung jawab satu pihak semata. Pemerintah, dunia usaha, tenaga penyuluh, masyarakat, serta perguruan tinggi memiliki ruang kontribusi masing-masing yang apabila disinergikan dapat membentuk ekosistem pembangunan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dalam konteks ini, sosialisasi pemupukan berimbang dapat dimaknai lebih luas sebagai sebuah proses pemberdayaan masyarakat berbasis pengetahuan. Sebab, peningkatan produktivitas pertanian pada hakikatnya tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana produksi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam memahami, mengelola, dan menerapkan pengetahuan secara tepat.

IMG-20260723-WA0059.jpg

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Muara Dua Adi Setiawan, SE., Kasi Pembangunan Erwin Firmanza, ST., M.Si., Sekretaris Dinas Pertanian Kota Prabumulih Taufiqurrahman, SP., M.Si., jajaran Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Prabumulih Timur Eka Meti Sulisti, SP. dan Ir. Zainul Kurniadi, staf kelurahan, para Ketua RT dan RW, Satlinmas, Ketua LPM, Ketua Adat, serta 28 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang yang tengah melaksanakan kegiatan KKN di Kelurahan Muara Dua.

Kegiatan berlangsung ramai, komunikatif, dan penuh antusiasme. Tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang bersifat edukatif dan aplikatif, khususnya dalam bidang pertanian dan pemanfaatan pupuk secara tepat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif, tertib, dan penuh interaksi positif.

Di balik kegiatan tersebut, terdapat sebuah pesan penting bahwa membangun ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar. Ia dapat dimulai dari ruang-ruang sederhana di tengah masyarakat, dari sebuah pertemuan, dari pengetahuan yang dibagikan, dan dari kesediaan untuk saling belajar.

Sebab, ketika pengetahuan diberikan kepada masyarakat, yang ditanam bukan hanya ilmu—melainkan juga harapan. Dan ketika ilmu tersebut diterapkan dengan benar, maka yang tumbuh bukan hanya tanaman yang lebih produktif, tetapi juga kemandirian, kesejahteraan, serta masa depan masyarakat yang lebih berdaya.

By Red Natal IH Patty. C.IJ.,C.PW.,C.ILJ